Mau tahu apa saja yang ada di Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta? Demikian ulasan lengkap, mulai dari harga tiket masuk, objek wisata, koleksi sejarah, hingga tips cara menjelajahinya, beserta foto / foto. Saat datang kesini, Anda akan diajak menjelajahi keberadaan zaman penjajahan Belanda dahulu kala.

Siapa yang tidak kenal dengan Museum Fatahillah? Salah satu ikon tempat wisata bagus di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan. Padahal, nama resmi museum ini adalah Museum Sejarah Jakarta. Mungkin karena tempatnya yang berada di Jalan Fatahillah dan untuk mengenang jasa para Pejuang Fatahillah lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah.

Museum Fatahillah terletak di kawasan Kota Tua, tepatnya di Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Untuk cara mengunjungi museum ini bisa menggunakan kendaraan umum maupun pribadi hingga jasa Sewa Hiace Jakarta.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, Anda bisa mengikuti jalur jalan tersebut dengan menggunakan Transjakarta koridor 1 blok M – rute Kota. Anda juga bisa menggunakan angkutan kecil yang melintasi kawasan ini yaitu Mikrolet M12 menuju Pasar Senen-Kota, M08 menuju Tanah Abang-Kota, M15 menuju Tanjung Priuk-Kota dan Patas AC 79 menuju Kampung Rambutan-kota.

Bangunan Museum Fatahillah di Jakarta sangat mudah dikenali karena memiliki bentuk arsitektur khas Belanda. Museum tersebut konon merupakan bekas kantor Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Bangunan Museum Fatahillah memiliki daya tarik tersendiri karena menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda. Museum ini terdiri dari satu bangunan induk dengan dua sayap di bagian timur – barat dan bangunan yang bersebelahan (baca: pengamplasan) yang digunakan sebagai kantor, ruang konferensi dan ruang bawah tanah sebagai penjara.

Dibuka pada tanggal 30 Maret 1974, Museum Fatahillah kini telah menjadi ikon wisata kota tua Jakarta yang sangat terkenal. Museum ini memiliki beragam koleksi benda bersejarah dari zaman penjajahan Belanda. Lantai pertama berisi berbagai replika seperti prasasti, kapal, model bangunan dan senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Sedangkan lantai dua diisi dengan berbagai perabot rumah tangga seperti almari, meja dan kursi yang digunakan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Destinasi wisata yang menyenangkan untuk dijelajahi adalah patung yang digantung pada masa pemerintahan Belanda, tidak jauh dari pintu masuk.

Di area taman belakang museum, terdapat basement yang konon berfungsi sebagai penjara. Di taman ini juga terdapat Meriam Si Jagur yang memiliki berat 3,5 ton dan panjang lebih dari 3 meter. Pengunjung biasanya menjadikan meriam ini sebagai gambar latar.

Categories: Wisata

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *