- Kesehatan

Hamil Saat Menstruasi? Pahami Fakta Pentingnya

Banyak orang beranggapan bahwa hamil saat menstruasi tidak mungkin terjadi. Hal tersebut memang benar, namun terjadi pada wanita yang siklus menstruasinya teratur. Terdapat berbagai fakta yang secara medis memang dibenarkan terkait dengan adanya peluang kehamilan saat haid. Apa sajakah fakta tersebut? Inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui.

  1. Terjadi Pada Siklus Haid yang Tidak Teratur

Siklus haid setiap wanita memang berbeda-beda. Hal tersebut ternyata sangat erat kaitannya dengan kasus kehamilan ketika menstruasi berlangsung. Anda dapat memahami kebenarannya secara medis. Fakta pertama menyatakan bahwa kehamilan bisa terjadi saat menstruasi, namun hanya dialami wanita yang siklus haidnya tidak teratur.

Normalnya, siklus haid wanita adalah 28-32 hari. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalami hal yang sama. Berbagai faktor dapat menyebabkan perbedaan siklus haid tersebut. Terdapat siklus haid wanita yang tidak teratur, yaitu mempunyai siklus pendek sekitar 24 hari.

Berkaitan dengan siklus normal atau teratur dan siklus pendek tersebut, kehamilan saat menstruasi hanya terjadi pada wanita dengan siklus haid tidak teratur atau tidak normal. Hal tersebut terjadi karena pada siklus haid yang tidak teratur terjadi proses ovulasi yang tidak teratur pula. Karenanya, kehamilan bisa terjadi mengikuti terjadinya ovulasi tersebut.

  1. Potensi Terbesar di Akhir Masa Menstruasi

Hamil saat menstruasi merupakan suatu kasus yang tidak jarang terjadi. Memang ada peluangnya bahwa wanita dapat mengalaminya. Berdasarkan kebenarannya, terdapat fakta kedua yang masih berkaitan dengan fakta pertama.

Fakta kedua ini menyatakan bahwa potensi terbesar kehamilan saat haid adalah di akhir masa menstruasi. Mengapa? Wanita yang tidak mempunyai siklus haid teratur, tentu proses ovulasinya juga tidak dapat dipastikan. Karenanya, kehamilan dapat terjadi mengikuti setelah ovulasi terjadi.

Pada siklus haid yang pendek, ovulasi dapat langsung terjadi di akhir masa menstruasi yang termasuk masa subur jika disesuaikan dengan siklus haid yang normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wanita dengan siklus haid tidak teratur dapat mengalami kehamilan jika melakukan hubungan badan di akhir masa menstruasi dengan peluang kehamilan yang besar.

  1. Mengalami Tanda-Tanda Kehamilan Pada Umumnya

Fakta ketiga terbilang lebih spesifik yaitu bahwa wanita yang hamil pada saat menstruasi berlangsung juga mengalami tanda-tanda kehamilan pada umumnya. Karenanya, kehamilan yang terjadi saat menstruasi bukanlah suatu hal yang membahayakan. Tanda-tanda kehamilan yang umumnya dialami adalah kram perut, mual dan muntah, pusing, dan perubahan mood.

Tanda-tanda tersebut lebih sering terjadi pada masa awal kehamilan. Ketika hamil saat di akhir menstruasi, Anda tidak perlu stres agar kesehatan kandungan dapat terjamin. Untuk menanganinya, Anda dapat memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter.

Beragam hal tersebut dapat menjelaskan bagaimana kehamilan dapat terjadi saat menstruasi. Fakta penting tersebut harus diperhatikan demi mengetahui kebenarannya. Secara medis, hal tersebut sangat erat kaitannya dengan siklus menstruasi. Pemahaman lebih lanjut tentang berbagai hal terkait hamil saat menstruasi dapat dipahami di Orami Magazine yang lengkap pembahasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *